🧪 Testing Strategy
Dokumen ini menjelaskan strategi pengujian FARxTEAM untuk memastikan stabilitas, keamanan, dan performa sistem sebelum dirilis ke production.
📌 Overview
Strategi pengujian FARxTEAM bertujuan untuk:
- Memastikan sistem berjalan stabil
- Mencegah bug masuk ke production
- Menjaga keamanan sistem
- Menghindari kesalahan pada billing & transaksi
Semua fitur wajib melalui proses testing sebelum deploy.
🔍 Jenis Pengujian
1️⃣ Unit Testing
Pengujian pada level fungsi atau modul kecil.
Cakupan:
- Fungsi backend
- Validasi input
- Helper & utility function
- Service logic
Tujuan: Memastikan setiap bagian kecil sistem berjalan sesuai harapan.
2️⃣ Integration Testing
Pengujian antar modul atau sistem yang saling terhubung.
Cakupan:
- Billing + webhook
- OAuth + database
- Wallet + transaksi
- J4R + Discord integration
Tujuan: Memastikan integrasi antar sistem berjalan tanpa konflik.
3️⃣ API Testing
Pengujian endpoint API.
Cakupan:
- Response sesuai format
- Status code sesuai standar HTTP
- Error handling berjalan
- Tidak expose data sensitif
Dilakukan menggunakan:
- Postman
- Thunder Client
- cURL
4️⃣ Security Testing
Pengujian untuk mencegah penyalahgunaan sistem.
Cakupan:
- Rate limiting
- Token validation
- Signature verification
- Abuse & spam prevention
- Double transaction prevention
5️⃣ Manual Testing
Pengujian secara langsung melalui UI.
Cakupan:
- Alur user (login → topup → transaksi)
- Responsif mobile
- Validasi form
- UX flow
🧪 Staging Environment
Semua fitur baru wajib diuji di environment staging sebelum masuk ke production. Dilarang melakukan testing langsung di production.
🚀 Deployment Rule
Tidak diperbolehkan melakukan deploy ke production tanpa:
- Testing dasar selesai
- Verifikasi webhook berhasil
- Cek saldo & transaksi valid
- Tidak ada error kritikal
- Review Pull Request disetujui
Testing yang disiplin adalah fondasi sistem FARxTEAM yang stabil dan aman.
