🏗️ Architecture Overview
Arsitektur sistem FARxTEAM dirancang menggunakan pendekatan layered dan modular untuk memastikan stabilitas, keamanan, dan skalabilitas jangka panjang.
Setiap layer memiliki tanggung jawab yang jelas dan tidak boleh melanggar batas layer lainnya (strict separation of concerns).
🧱 System Layers
Sistem FARxTEAM terdiri dari beberapa layer utama:
1️⃣ Frontend Layer
Bertanggung jawab untuk:
- User interface
- Client-side state management
- Request handling ke API
- Validasi input dasar (client validation)
Layer ini tidak boleh mengandung business logic utama.
2️⃣ API Layer
Bertanggung jawab untuk:
- Routing endpoint
- Request validation
- Authentication & authorization
- Standardized response format
API layer menjadi gerbang utama semua komunikasi sistem.
3️⃣ Backend / Application Layer
Bertanggung jawab untuk:
- Business logic
- Data processing
- Service orchestration
- Rule enforcement
Semua keputusan sistem berada di layer ini.
4️⃣ Proxy / Real-Time Service
Digunakan untuk:
- Komunikasi real-time
- Event streaming
- Socket-based interaction
- Low-latency message handling
Layer ini dipisahkan untuk menjaga performa sistem utama.
5️⃣ Data Layer
Bertanggung jawab untuk:
- Database access
- Query abstraction
- Data persistence
- Transaction management
Tidak diperbolehkan ada direct query dari frontend atau layer lain tanpa melalui backend logic.
6️⃣ Deployment Infrastructure
Meliputi:
- Production environment
- CI/CD pipeline
- Load balancing
- Environment configuration
- Monitoring & logging system
Infrastructure dirancang agar mendukung high availability dan horizontal scaling.
🔄 Data Flow
Standard Request Flow
User
→ Frontend
→ API Layer
→ Backend Logic
→ Data Layer
→ Response kembali ke client
Real-Time Flow
Client
→ Proxy Service
→ Backend
→ Broadcast ke client terkait
Flow ini memastikan komunikasi real-time tetap terisolasi dari request-response biasa.
🧩 Modular Architecture Approach
FARxTEAM menerapkan pendekatan modular dengan tujuan:
- Mempermudah testing per modul
- Mempermudah scaling parsial
- Mengurangi risiko bug menyebar ke seluruh sistem
- Mempercepat pengembangan fitur baru
- Memungkinkan refactor tanpa mengganggu sistem inti
Setiap module harus:
- Memiliki tanggung jawab tunggal
- Tidak memiliki dependency circular
- Dapat diuji secara terpisah
- Memiliki dokumentasi internal
📈 Scalability Considerations
Arsitektur dirancang dengan pertimbangan:
- Horizontal scaling capability
- Service isolation jika dibutuhkan
- Database indexing strategy
- Rate limiting & throttling
- Caching layer (jika diperlukan)
Sistem harus mampu berkembang tanpa perubahan besar pada fondasi arsitektur.
🔐 Security Boundaries
Setiap layer memiliki batas keamanan:
- Authentication di API layer
- Authorization di backend layer
- Input validation di API & backend
- Secure communication (HTTPS enforced)
- Secret management via environment variables
Tidak ada data sensitif yang diproses tanpa validasi dan kontrol akses.
Arsitektur ini menjadi standar dasar dalam setiap proyek yang dikembangkan oleh FARxTEAM.
