๐ Authentication System โ
FARxTEAM menggunakan pendekatan token-based authentication dengan desain yang aman, scalable, dan siap untuk kebutuhan produksi.
Sistem autentikasi dirancang untuk:
โ Menjaga keamanan akses
โ Mengontrol hak pengguna
โ Mendukung arsitektur stateless
โ Siap diskalakan secara horizontal
๐งฉ Authentication Architecture โ
Autentikasi dibangun dengan komponen berikut:
- Authentication Controller
- Token Service
- User Repository
- Middleware Validation Layer
- Role & Permission System
Struktur ini memastikan pemisahan tanggung jawab dan kemudahan pengembangan lanjutan.
๐ Mekanisme Autentikasi โ
1๏ธโฃ Login Process โ
- User mengirim kredensial (email/username & password)
- Server melakukan validasi input
- Password diverifikasi menggunakan hashing comparison
- Jika valid, sistem menghasilkan authentication token
- Token dikirim kembali ke client
2๏ธโฃ Token Generation โ
Token dibuat menggunakan:
- Secure signing mechanism
- Expiration time
- Payload minimal (tidak menyimpan data sensitif)
Payload umumnya berisi:
- User ID
- Role
- Token issued time
- Expiration time
3๏ธโฃ Request Validation Flow โ
Setiap request yang membutuhkan autentikasi:
- Client mengirim token di header (Authorization)
- Middleware membaca token
- Sistem memverifikasi signature
- Mengecek masa berlaku
- Mengecek role/permission
- Request diteruskan ke controller jika valid
Jika tidak valid โ request ditolak dengan response terstruktur.
๐ก๏ธ Security Measures โ
๐ Password Security โ
- Password disimpan dalam bentuk hash
- Menggunakan hashing algorithm yang aman
- Tidak ada penyimpanan plain-text password
โณ Token Expiration โ
- Token memiliki masa berlaku terbatas
- Mengurangi risiko penyalahgunaan token
- Opsi refresh token dapat diterapkan sesuai kebutuhan
๐ง Role-Based Access Control (RBAC) โ
Sistem mendukung kontrol akses berbasis peran:
Contoh role:
- Super Admin
- Admin
- Staff
- User
Setiap role memiliki permission terdefinisi untuk:
โ Read
โ Write
โ Update
โ Delete
โ Manage
Akses ke endpoint dibatasi berdasarkan role.
๐ซ Protected Routes โ
Route sensitif seperti:
- Admin panel
- Configuration endpoint
- System management
- User management
Dilindungi oleh middleware khusus yang memverifikasi:
- Validitas token
- Role pengguna
- Hak akses spesifik
๐งผ Input Sanitization โ
Setiap input user melalui:
- Validation schema
- Sanitization process
- Type checking
- Length & format validation
Tujuannya mencegah:
- Injection attack
- Invalid data entry
- Payload manipulation
๐ Audit & Logging โ
Aktivitas autentikasi dicatat untuk:
- Login attempt
- Failed authentication
- Role escalation attempt
- Access to sensitive endpoint
Log ini membantu dalam monitoring dan investigasi keamanan.
๐ Token Lifecycle Overview โ
1๏ธโฃ Token dibuat saat login
2๏ธโฃ Token digunakan untuk akses endpoint
3๏ธโฃ Token diverifikasi setiap request
4๏ธโฃ Token kedaluwarsa setelah waktu tertentu
5๏ธโฃ User wajib login ulang atau refresh
Pendekatan ini menjaga sistem tetap aman dan stateless.
๐ Scalability Consideration โ
Sistem autentikasi dirancang:
โ Stateless (tidak bergantung pada session server)
โ Siap digunakan pada load-balanced environment
โ Mendukung microservice architecture
โ Mudah diintegrasikan dengan external auth provider jika dibutuhkan
๐ฏ Security Design Principles โ
Authentication system dibangun berdasarkan prinsip:
โ Least Privilege Access
โ Secure by Default
โ Defense in Depth
โ Explicit Permission Control
โ Auditability
Sistem autentikasi bukan hanya fitur login, melainkan fondasi kontrol akses dan keamanan seluruh infrastruktur backend FARxTEAM.
